Naik Kereta Api di Surabaya; Enaknya Turun Mana, ya?

Stasiun Pasar Turi.

Pertanyaan ini seringkali ditanyakan oleh rekan saya yang akan berlibur atau ada urusan di Surabaya.


Mereka bingung saat turun dari kereta api lebih baik turun di stasiun mana. Mereka galau stasiun mana yang paling dekat dengan tujuan mereka. Terlebih, di masa ekonomi sulit sekarang, kebutuhan akan transportasi lanjutan dari stasiun juga penting. Salah turun atau terlalu jauh turun bisa membuat ongkos perjalanan membengkak.

Perlu diketahui, ada 4 stasiun kereta api kelas besar dan 3 stasiun kereta api kelas kecil di Surabaya yang aktif digunakan untuk naik turun penumpang. Stasiun besar di Surabaya adalah Wonokromo, Surabaya Gubeng, Surabaya Kota (Semut), dan Surabaya Pasar Turi. Sedangkan, stasiun kecil di Surabaya adalah Kandangan, Tandes, dan Benowo.

Stasiun Kecil untuk perjalanan KA Lokal Arah Barat

Sebelum membahas stasiun besar, tidak banyak yang tahu bahwa Surabaya juga punya stasiun kecil. Ada Stasiun Benowo, Kandangan, dan Tandes. Stasiun Benowo digunakan untuk perjalanan kereta api Blorasura, Arjonegoro, dan Jenggala. Semua kereta api lokal yang melintas di stasiun ini adalah kereta dari dan ke arah Lamongan/Bojonegoro. Jika kita dari ari arah barat menggunakan tiga kereta api tersebut dan ingin menuju Benowo, Pakal, dan sekitarnya, maka kita bisa turun di Stasiun Benowo.

Cara yang sama juga bisa kita gunakan jika ingin ke arah Manukan, Tandes dan sekitarnya. Kita bisa turun di Stasiun Kandangan dan Tandes jika dari arah Lamongan atau Bojonegoro saat menggunakan kereta api lokal. Selain itu, kita juga bisa turun dari arah Indro Gresik di sini.

Stasiun Surabaya Pasar Turi

Selain tiga stasiun kecil tadi, kita juga bisa turun di Stasiun Surabaya Pasar Turi jika naik KA Lokal dari arah Lamongan, Bojonegoro, atau Indro. Tentunya, semua kereta api jarak jauh jalur utara, baik dari arah Semarang, Cepu, Pekalongan, Cirebon, dan Jakarta berhenti di sini. Makanya, stasiun ini juga menjadi tempat pemberhentian penting.

Angkutan umum lanjutan dari Stasiun Pasar Turi adalah wira-wiri FD 07. Kita bisa naik ini menuju ke banyak tempat dengan oper dulu. Selain FD 07, di seberang stasiun juga melintas Lyn D arah Ampel dan Pasar Atom.

Stasiun Surabaya Kota (Semut)

Perjalanan menggunakan KA Lokal dari arah Kertosono (Dhoho) atau Malang/Blitar (Penataran) berakhir di stasiun ini. Makanya, stasiun ini sering jadi jujugan penumpang terutama yang baru pertama kali ke Surabaya.

Jika kita ingin ke Pasar Atom, ITC, Ampel, Kotalama, Perak, dan Tugu Pahlawan, maka kita bisa turun di sini. Letaknya di bagian utara kota membuat stasiun ini sangat direkomendasikan bagi penumpang yang akan menuju ke tempat tersebut. Sayangnya, di sini hanya melintas Lyn D arah Pasar Atom dan arah Joyoboyo. Untuk naik wira-wiri, kita harus berjalan kaki ke Pasar Atom terlebih dahulu.

Stasiun Surabaya Gubeng

Stasiun Gubeng menjadi jujugan bagi penumpang yang akan menuju pusat kota Surabaya. Letaknya yang berada di tengah kota sangat pas digunakan untuk perjalanan lanjutan. Di sini, ada dua pintu utama, yakni Gubeng Lama dan Gubeng Baru.

Stasiun Gubeng Lama biasanya untuk keberangkatan KA Lokal seperti Penataran, Dhoho, dan lain sebagainya. Jika kita ingin ke pusat kota bagian barat seperti alun-alun, Tunjungan Plaza, Delta Plaza, Jalan Tunjungan, dan BG Junction, maka kita bisa keluar dari Gubeng Lama. Untuk naik wira-wiri dari Gubeng Lama, kita bisa berjalan dulu ke Jalan Sumatra atau di depan My Studio Hotel. Di sana melintas FD 04 arah Kotalama dan SIER serta FD 07 arah Bratang dan Stasiun Pasar Turi.

Jika kita ingin ke pusat kota bagian timur seperti RSU dr. Sutomo, Unari A dan B, ITS, Galaxy Mall, PENS, dan PCM, sangat disarankan keluar melalui Gubeng Baru. Di dekat pintu keluar Gubeng baru ada halte wira-wiri. Di sini melintas FD 10 arah Pasar Atom dan FD 07 arah Bratang.

Stasiun Wonokromo

Nah, jika kita ingin menuju ke arah selatan kota, seperti KBS, Royal Plaza, DTC, Wiyung, RSAL, Unesa Ketintang, maka kita bisa turun di Wonokromo. Stasiun ini merupakan stasiun paling selatan yang aktif di Surabaya. Ada halte wira-wiri FD 03 arah Joyoboyo dan Gunung Anyar di dekat JPO dekat DTC. Pun demikian jika ingin ke Unesa Lidah Wetan dan PTC/Pakuwon Mall, kita lebih baik turun di sini naik FD 03 turun du Joyoboyo dan oper FD 06 di sana.

Itulah beberapa panduan untuk turun dari kereta api di Surabaya, Jangan sampai salah turun ya.

Post a Comment

Sebelumnya Selanjutnya