Tiga Mimpi Masa Kecil yang Baru Kesampaian saat Dewasa


mimpi masa kecil dewasa

Setiap anak punya mimpi.

Kadang mimpi itu absurd dan tidak mungkin untuk diwujudkan. Tetapi, kadang juga mimpi tersebut bisa terwujud dengan usaha keras dengan perjalanan waktu. Makanya, seringkali kita melihat ada pria dewasa yang begitu gembira bisa membeli mainan idaman masa kecilnya. Atau, ada wanita yang mengoleksi berbagai boneka. Tentu, banyak yang menganggap ia kekanak-kanakan. Tetapi, jika ditarik lagi, ia perlu waktu lama untuk mewujudkannya dan barulah pada saat ia sudah bekerja dan punya uang, kesempatan itu pun datang.

Saya pun sama. Ada beberapa keinginan masa kecil yang baru sekarang bisa terwujud. Alhasil, rasa gembira yang amat sangat pun saya rasakan. Akhirnya ya setelah berpuluh-puluh tahun saya bisa mewujudkan mimpi dan keinginan yang saya pendam setelah sekian lama. Apa saja itu?

Menaiki kereta api kelas eksekutif

Ini menjadi mimpi utama yang saya inginkan sejak kecil. Setiap saya diajak oleh ayah naik kereta ke Kediri menggunakan KA lokal ekonomi, saya selalu berpapasan dengan kereta kelas ekskutif dari Jakarta. Namanya anak kecil, tentu rasa ingin menaiki kereta yang jauh lebih baik dan layak pun timbul.

Lalu, saat saya sekolah, saya kerap datang ke stasiun untuk melihat kereta jarak jauh yang datang. Saya bisa melihat dengan jelas ada ruang karaoke, ruang makan, kursi yang empuk, dan pelayan yang rapi jali hilir mudik membawa makanan. Ini membuat saya semakin ingin naik kereta api kelas eksekutif.

Walau akhirnya berbagai fasilitas tersebut dihapus saat program pembaharuaan PT KAI, tetapi tak apa. Yang penting saya bisa menaiki kereta api. Pada tahun 2015an, saya bisa mewujudkannya dengan menaiki KA Malioboro Ekspres dari Malang. Disusul kemudian beberapa kereta api lain seperti Bima, Gajayana, Taksaka, Sancaka, dan beberapa kereta lain. Saya juga bisa merasakan kereta kelas bisnis seperti Malabar dan Harina yang ternyata sama enaknya. Kereta kelas ekonomi premium seperti Ambarawa Ekspres, Jayakarta Premium, dan Songgoriti juga bisa saya rasakan.

Akhirnya kesempaian naik kereta kelas eksekutif

Menaiki kereta yang memiliki kelas di atas kelas ekonomi biasa adalah hal yang paling saya syukuri. Bisa tidur nyenyak dan memiliki sandaran kaki yang luas adalah alasannya. Saya juga bisa melihat mereka -  para penumpang kereta kelas ekonomi - yang menunggu kereta saya. Banyak anak-anak di kereta tersebut juga heran kenapa kereta yang saya naiki jauh lebih nyaman. Melihat mereka, saya sering melambaikan tangan dan berdoa semoga mereka juga bisa merasakan apa yang saya rasakan saat ini.

Menaiki wahana permainan

Ini menjadi mimpi saat kecil selanjutnya. Ekspansi iklan theme park seperti Taman Impian Jaya Ancol yang saya lihat di televise atau pun majalah Bobo membuat saya berkeinginan bisa menaiki aneka wahana di sana. Namun, apa daya, selain harganya mahal, letaknya pun jauh di Jakarta.

Walau saat di Batu sudah mulai dibuka Jatim Park Group dengan berbagai macamnya, tetapi saya belum bisa menjangkaunya. Harga tiket yang mahal adalah salah satu alasannya. Dulu, saat saya SMP, pernah sekali saya ke sana bersama teman naik angkot. Tetapi, tidak semua wahana bisa saya naiki karena belum ada tiket terusan. Hanya uang 20.000 rupiah yang saya bawa, sementara satu tiket wahana harganya sekitar 10 hingga 15 ribu rupiah. Kami pun hanya berenang.

Bahagia bisa naik wahana permainan
Bahagia bisa naik wahana permainan

Kini, saat sudah bekerja, secara otomatis saya pun pergi ke beberapa theme park tersebut seorang diri. Mulai Jatim park 1, BNS, Museum Angkut, Museum satwa, Eco Green Park, dan beberapa theme park. Saya pun mencoba berbagai wahana lantaran tiketnya terusan. Saya bisa teriak kencang dan merasakan asyiknya naik wahana tersebut. Walau belum kesampaian ke TIJA, itu tak masalah. Yang penting mimpi saya tertunaikan.

Menginap di hotel berbintang

Saat diajak oleh ibu ke pasar besar, saya selalu kagum dengan bangunan hotel yang menjulang tinggi. Penasaran isinya apa ya? Lalu, mengapa banyak orang memakai mobil masuk ke hotel sambil membawa koper berukuran besar?

Saat saya meminta kepada ibu agar saya bisa masuk ke sana, ya secara otomatis ibu menolaknya. Buat apa dan enggak ada uang juga kan?

Akhirnya saya punya mimpi jika sudah besar saya bisa menginap di hotel berbintang. Dan Alhamdulillah, keinginan ini terwujud. Bahkan saat masih kuliah, saya sudah berhasil mewujudkan mimpi ini saat mengikuti olimpiade. Saat dewasa, sesekali saya juga menginap di hotel berbintang saat traveling. Berbagai fasilitas menarik pun bisa saya rasakan, seperti mandi air hangat, kasur empuk, televisi yang menyediakan hiburan apik, dan tentunya sarapan yang enak.

Hotel Fave semarang
Gambar hanya pemanis

Berbagai mimpi yang terwujud tersebut itu membuat saya memetik banyak pelajaran bahwa tidak ada yang tidak mungkin saat kita bermimpi di waktu kecil. Tentu, mimpi yang masih realistis.

Tak hanya itu, saya semakin menyukuri bisa meraih mimpi tersebut meski tidak bisa tercapai dalam waktu singkat. Ada kalanya juga, mimpi tersebut bisa kita raih tanpa kita duga sebelumnya. Saat pertama kali bisa masuk ke hotel berbintang ketika dikirim ikut olimpiade oleh kampus ke Jogja, saya sampai mau nangis lho. Saking gembiranya.

Tak hanya itu, kadang saya juga kepikiran untuk mewujudkan mimpi orang di sekitar saya barangkali memiliki mimpi yang serupa. Makanya, saat traveling ke Solo kemarin, saya mengajak serta sepupu saya yang juga belum pernah menginap di hotel sama sekali. Melihat ia juga sangat gembira, saya juga ikut gembira.

Untuk itulah, tidak ada salahnya jika mimpi kita sudah terwujud, maka kita juga bisa mewujudkan mimpi orang lain. Bukankah dengan membahagiaka orang lain kita juga akan bahagia?

Lalu, apa mimpimu saat kecil yang sudah terwujud?

Cerita yuk.

15 comments:

  1. mimpi-mimpi sederhana ya mas.. tapi senengnya bukan main kalo udah kesampaian.. hehe..

    kalo aku apa ya mimpi waktu kecil? lupak deh.. hehe

    ReplyDelete
  2. Sweetttt 😍

    Mimpinya sederhana tapi ketika tercapai jadi terasa spesial rasanya ~ I feel you, mas ehehehe. Apalagi mimpi soal theme park ~ karena saya pun dulu saat bermimpi mau main ke theme park baru bisa tercapai setelah beberapa tahun menunggu ayah dan ibu punya waktu 🙈 itupun meski hanya menunggu beberapa tahun, rasanya excited sekali, apalagi mas Ikrom yang perlu menunggu belasan tahun, it feels sureal pasti 😍

    Kalau ditanya mimpi masa kecil saya apa, yang paling saya ingat itu mimpi pergi ke Australia 😂 yang baru tercapai setelah saya dewasa dan punya uang sendiri untuk ke sana 🙈 itu sih yang paling membekas, karena saya pada waktu kecil memang suka sekali dengan Kangguru entah kenapa hewan satu itu berhasil mencuri perhatian saya dan membuat saya bermimpi one day harus melihat Kangguru di Australia 😆

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha ya gini mbak rasanya
      memang menyenangkan ya

      wah alhamdulillah pasti seneng juga ya mbak
      saya kalau ke aussie pengen liat tasmania malahan
      eh itu di pulau sendiri ya

      Delete
  3. Saya belum pernah naik keret, nginep di hotel, naik wahana. Padahal itu semua juga mimpi saya. Semoga aja bisa kayal mas ikrom, suatu hari nanti bakal terwujud. Satu mimpi saya yang udah terwujud sih, pengen laptop, beli krayon yang isinya banyak, beli perlatan gambar, hal-hal sepele gitu. Tapi tetep seneng banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah iya alhamdulillah aku juga sih yg sederhana kayak beli buku gambar A3 hahaha padahal sepele juga tapi seneng

      Delete
  4. Mimpi kecil yang sangat sederhana, tapi saat telah terwujud, apalagi terwujudnya saat dewasa, pasti bahagia sekali ya, mas.

    Saya juga gitu, banyak mimpi kecil yang terwujud sekarang, salah satunya adalah punya ikan dalam akuarium.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah pasti seneng ya mas
      aku dulu punya si pas kecil tapi punya bapak hehe

      Delete
  5. Ah, suka sekali dengan tulisan ini. Entah kenapa bacanya bikin hati saya menghangat dan nggak berhenti tersenyum.

    Jadi ingat dulu punya cita-cita absurd pengen kerja di balik kasir karena sejak kecil suka main resto atau supermarket bohong-bohongan dengan adik hahaha Eh siapa sangka itu terwujud waktu saya sempat kerja jadi barista, selain bikin kopi ternyata saya dikasih kesempatan kerja di balik kasir. Akhirnya bisa merasakan pencet-pencet layar komputer terus mengambil uang dari cash register. Sungguh impian yang receh tapi kok ya senang.

    Btw, salah satu impian saya sekarang ini bisa ke Malang atau Semarang naik kereta nih. Karena seumur hidup belum pernah cobain transportasi KAI.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah pasti gembira banget akhirnya tercapai ya mbak
      emang seru sih liat pencat pencet mesin kasir meski ya lumayan riweh sebetulnya hehe

      kalau korona kelar ke malang aja mbak naik kereta
      nanti jalan jalan bareng

      Delete
  6. Wakakak, tergambar banget sumringahe mas
    E tapi bener loh, jaman gede saiki aku nukoni bobo juga girange ya ampun ahhaha

    Eh sama loh mas, aku g3k jaman cilik cita cita banget naik kereta eksekutip, soale sering krungu bapak bolak balik cerita tu kereta kokmkayake prestisius banget, maklum dulu bisane numpak ekonomi atau mentoke bisnis, jaman kereta isih akeh penjaja kae loh, nek ora tukang nyaponi lantai hihi

    Eh basan gede baru bisa kesampaian naik taksaka kok rasane takjub bener, serasa ni jantung berdegyp kencang pas ngebandingin kecepatane pas naik kereta sing kelas bawahe eksekutip wkwkwk #norak yo aku
    😂😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. nukoni bobo ahahahaha iya mbak I feel you sampe dadi cerita juga yaaa

      iya eksekutif bien koyok imposible gak mungkin lek gak suogeh ya mbak
      heheheh

      huum apalagi jarang berhenti ya mak wes ahahaha

      Delete
  7. Lupa mas soal mimpi masa kecil...Tapi ada sih satu yang terlaksana. Waktu kecil senang motret dengan kamera saku, cuma waktu itu kan mahal banget biaya cuci cetaknya, jadi nggak boleh sering-sering kata ibu.

    Sekarang, Alhamdulillah keturutan karena bisa menekuni fotografi, meski dengan kamera biasa saja.

    Soal yang lain, lupa mas... nggak inget.

    Tapi eh ada satu lagi.. dulu karena rumahnya di gang, saya sempet mikir kalau sudah besar nanti, pingin rumah yang nggak di gang sempit lagi. Alhamdulillah sudah terealisasi.

    Selebihnya, nggak inget tadi itu. Mungkin karena saya sudah menggantikannya dengan mimpi orang yang sudah beranjak tua, yaitu pingin melihat anak bisa mandiri di jalannya.

    Salam hormat selalu mas Ikrom

    ReplyDelete
    Replies
    1. wahhhhh itu mimpi asyik pak
      saya udah bisa dapet kamera tapi karena enggak pasion ya jadi motret sekenanya

      wah iya turut senang masalah rumah ini saya masih berjuang hehe
      pengen juga di depan jalan tapi enggar rame

      semoga anaknya lekas mandiri ya
      salam hormat selalu pak

      Delete
  8. Waah senangnya mimpinya bisa kesampaian 😄,sy dulu wktu kecil punya impian kepingin punya rumah mungil dilereng bukit karena terobsesi salah satu film anak"jadul 😁, sayangnya mimpi itu ga pernah terwujud,yah maklumlah kayaknya ga mungkin aja 😂

    ReplyDelete

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.