Jadi Tuan Rumah Miss Grand International 2022, Sudahkah Indonesia Siap dengan Segala Kontroversinya?

Ivan Gunawan selaku National Director Miss Grand Indonesia menerima piala dari Nawat Itsaragisil, Presiden Miss Grand Org. sebagai tanda penunjukan Indonesia menjadi tuan rumah Miss Grand International 2022. - MGIO

Indonesia secara resmi ditunjuk oleh Miss Grand International Organization (MGIO) sebagai tuan rumah Miss Grand International 2022.

Penunjukan ini dilakukan pada malam final Miss Grand International 2021 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, Sabtu 4 Desember 2021 kemarin. Nawat Itsaragrisil selaku Presiden MGIO secara resmi menyerahkan piala bergilir tuan rumah kepada Ivan Gunawan yang merupakan National Director Miss Grand Indonesia. Mr. Nawat – panggilan Nawat Itsaragrisil – sudah mantap menunjuk Indonesia selaku tuan rumah ajang grand slam yang sedang naik daun tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, lagu Indonesia Raya dikumandangkan dan bendera merah putih dikibarkan sebagai simbol penghormatan Indonesia yang mengemban tugas akbar ini. Rasa haru pun menyelimuti fans Indonesia yang hadir di sana tak terkecuali bagi Igun sendiri yang hampir saja menitikkan air mata. Untuk kali kedua, Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah grand slam pageant setelah pada 2013 lalu Miss World Organization juga melakukan hal sama.

Indonesia Dianggap Sukses Pernah Menjadi Tuan Rumah Kontes Kecantikan 

Saat itu, Indonesia dianggap sukses menjadi tuan rumah Miss World meski sempat diiringi kontroversi. Berbagai budaya dan kekayaan alam Indonesia benar-benar bisa dipromosikan secara baik. Terlebih, saat itu para peserta Miss World juga mengenakan baju daerah dari berbagai provinsi di Indonesia. Jika melihat tayangan ulang Miss World 2013, rasanya Indonesia sangat sukses dalam menyelenggarakan ajang ini. Ada nuansa daerah yang kental dengan kearifan lokal dalam sebuah kontes kecantikan internasional yang biasanya dianggap kebarat-baratan.


Rencananya, Miss Grand International 2022 akan diadakan di dua tempat yakni Bali dan Jakarta. Masih belum jelas bagaimana format nantinya. Apakah karantina akan dilakukan di Jakarta dan final akan dilangsungkan di Bali atau sebaliknya. Yang jelas, beberapa hari kemarin ada kabar beredar pihak Yayasan Dunia Mega Bintang yang menaungi Miss Grand Indonesia sedang mencari tempat untuk babak preliminary. Tempat yang dirasa megah dan bisa menampung banyak orang.

Waktu pelaksanaan Miss Grand International sendiri dijadwalkan pada 25 Oktober 2022. Sebelum pandemi berlangsung, Miss Grand International memang selalu mengadakan finalnya pada bulan Oktober dan mendahului berbagai kontes kecantikan lain seperti Miss Universe, Miss World, dan Miss International.

Nah, penunjukan sudah dilakukan, lantas bagaimana kira-kira persiapan Indonesia dalam menghadapi gelaran akbar ini?

Persiapan Venue Karantina dan Malam Final

Perlu diketahui, rangkaian penilaian Miss Grand International sendiri cukup panjang. Peserta harus melakukan karantina lebih dari 2 minggu sebelum menghadapi babak preliminary dan babak final. Dalam karantina yang dilakukan, setiap tahunnya selalu ada beberapa perbedaan format kegiatan.

Misalkan, pada 2020 lalu, semua peserta harus melakukan karantina di dalam kamar hotel dan baru keluar hotel setelah 14 hari. Saat karantina di dalam hotel, banyak sekali tantangan yang harus dilakukan seperti makan makanan Thailand, memakai baju Thai, membiuat video dan lain sebagainya. Sedangkan, pada 2021 kemarin saat kasus covid-19 sudah mulai melandai, peserta pun melakukan tantangan dengan melakukan catwalk keluar dari dalam mobil menuju ruang makan malam.

Sophia Rogan membawakan kostum nasional Bali Sundaram pada Miss Grand International 2021 kemarin. Sayang, langkah Sophie harus terhenti di babak 10 besar. - Kompas.com

Baca juga: National Costume Miss Universe, Panggung Aspirasi bagi Sebuah Negeri

Tidak hanya itu, saat acara makan malam semua kontestan juga mengenakan mahkota masing-masing yang didapatkan dari pemilihan nasional di negara mereka. Alhasil, konsep unik ini cukup menarik perhatian karena MGIO menempatkan semua peserta sebagai juara di negaranya masing-masing terlepas hasil finalnya nanti. Sebuah penghormatan yang tidak dilakukan oleh kontes kecantikan mana pun.

Jika tradisi ini dilakukan kembali, maka Indonesia juga harus mencari tempat makan super besar yang mampu menampung lebih dari 500 orang. Tidak hanya itu, tempat makan tersebut juga harus memiliki tangga yang ikonik sehingga mampu menjadi spot catwalk para peserta yang baru turun dari mobil. Saya yakin, banyak tempat menarik seperti itu terutama di Bali yang akan membuat mata dunia terbelalak.

Indonesia Harus Siap Menghadapi Kontroversi

Walau konsep acara yang akan diminta oleh MGIO sangat yakin bisa dipenuhi Indonesia, tetapi jangan lupa Indonesia harus siap menghadapi kontroversi yang terjadi. Bagaimana pun, kontes kecantikan masih dianggap tabu oleh sebagian orang Indonesia karena dianggap tidak sesuai dengan kepribadian bangsa.

Masih ingat jelas bagaimana demo menolak Miss World 2013 yang begitu santer dan bahkan hampir membatalkan acara tersebut. Bahkan, beberapa pageant lover sempat mengungkapkan kekhawatiran bahwa demo besar akan kembali digelar.

“Wah, bakal didemong nih”.

“Alemong, bakal didemo berjilid-jilid”

….. dan sebagainya.

Begitulah beberapa pageant lover termasuk saya pribadi yang was-was ketika persiapan sudah matang dan tinggal menunggu hitungan hari eh didemo dengan massa yang banyak. Namun, rasa khawatir yang melanda akhirnya sirna ketika Bapak Sandiaga Uno selaku Menteri Pariwisata Republik Indonesia menyampaikan sambutan dalam video yang diputar oleh pihak Miss Grand International.

Sandiaga bahkan memulai dengan kalimat basmalah. Sebuah kalimat baik yang biasa digunakan umat muslim untuk memulai pekerjaan. Artinya, niatan untuk menggelar Miss Grand International memang baik agar pariwisata Indonesia bisa kembali pulih setelah dihajar pandemi.

Miss Grand International, Momen Kebangkitan Dunia Pariwisata Indonesia

Momen Miss Grand International akan menarik banyak orang asing datang lagi ke Indonesia terlebih kontes ini sedang naik daun dengan konsepnya yang unik. Banyak media asing juga menyoroti jika kontes kecantikan dilakukan di Indonesia, maka kemegahannya akan sama atau bahkan melebihi negara Thailand yang dikenal sangat ciamik dalam menggelar kontes kecantikan internasional.

Baca juga: 5 Kostum Nasional Indonesia Terbaik pada Kontes Kecantikan Internasional

Apalagi, Indonesia sudah memberikan nama baik saat penyelenggaraan Asian Games 2018 kemarin. Saat itu, konsep acara yang spektakuler dan luar biasa disuguhkan Indonesia. Banyak yang terhenyak dan tak mengira jika Indonesia bisa menyuguhkan atraksi luar biasa semacam itu. Makanya, momen tuan rumah Miss Grand International juga menjadi salah satu ajang untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia bisa.

Dukungan juga datang dari salah satu anggota DPR Ibu Hertifah Sjaifudian. Wakil Ketua Komisi X DPR RI tersebut dikenal menggemari kontes kecantikan. Beliau kerap berkomentar di berbagai portal paregant tanah air. Bahkan, setiap ada perhelatan kontes kecantikan yang ada wakil Indonesia di dalamnya, Ibu Hetifah selalu menyempatkan diri menonton di televisi. 

Ibu Hetifah S., pimpinan Komisi X DPR RI berpose di depan tayangan malam final Miss Grand International 2021 sebagai dukungan kegiatan kontes kecantikan di Indonesia.- Instagram Ibu Hetifah S.
 

Beliau juga sempat membicarakan masalah tuan rumah MGI ini saat rapat dengan angota DPR lain. Ibu Hetifah meyakinkan bahwa kepercayaan dunia sudah mulai dimiliki oleh Indonesia. Momen tuan rumah MGI adalah bukti nyatanya. 

Baca juga: Mengenang Gelar Puteri Indonesia Perdamaian

Memang bukan hal mudah ketika Indonesia dipilih menjadi tuan rumah Miss Grand International. Indonesia harus menyiapkan faktor teknis dan nonteknis agar segalanya berjalan baik. Untuk sesi pakaian renang pun nanti juga rencananya akan diganti dengan pakaian olahraga. Yah seperti pakaian mbak-mbak yang sedang senam zumba. Pakaian semacam itu masih dianggap wajar untuk dipertontonkan di Indonesia. Pihak MGIO tentu sudah mengerti akan kondisi yang tidak memungkinkan penyelenggaraan kontes bikini di Indonesia.

Kira-kira, persiapan apa lagi yang perlu dilakukan agar Indonesia bisa sukses menggelar Miss Grand International?

 

11 comments:

  1. Masyaallah, Mas Ikram luar biasa. Pintar mengulas miss-missan he he. Saya sendiri sangat awam masalah kontes kecantikan begini.terima kasih telah berbagi. Selamat malam.

    ReplyDelete
  2. Wahhh keren banget nih, auto ikut nonton juga sih. Pengen banget bisa liat secara langsung miss miss dari berabgai negara di dunia, pasti cakep-cakep dan manis-manis.

    ReplyDelete
  3. Wah, kalo ada bapak Sandiaga Uno sih sepertinya Miss Grand internasional bakal aman sih, kalaupun ada yang demo juga paling sedikit tidak sampai berjilid-jilid.

    Semoga nanti acaranya lancar, pariwisata Indonesia kembali bergairah dan syukur-syukur normal lagi.

    Untuk konsepnya bagaimana kalo ada acara mengundang blogger yang suka mengulas Pageant, sepertinya menarik kalo mas Ikrom juga diundang...😃

    ReplyDelete
    Replies
    1. mas agus juga cocok nih kalo di undang hehe

      Delete
    2. ambil positifnya aja sih, indonesia jadi lebih di kenl negara lain :)

      Delete
    3. wah amin ahahahahhaha
      tapi imposible mas lah siapa saya
      kalau Pak Sandi mendengar semoga dikabulkan ya heheh

      Delete
    4. iya mas khanif ambil positifnya saja ya

      Delete
  4. Kalau di Bali sih kayaknya tetap didemo, tapi memang nggak kayak dulu lagi.
    Soalnya melihat perkembangan peserta Indonesia dalam kancah kompetisi kayak gini, makin tahun juga udah makin berani, dan nggak ada lagi protes sama sekali hehehe.

    Jadi ingat dulu zaman Artika, dia sampai kurus kering dihujat mati-matian, padahal saat itu dia pakai busana yang masih sedikit tertutup dibanding lainnya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau artika sampai diinapkan di hotel dekat bandara mbak soalnya demonya ngeri banget waktu itu

      Delete

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.