Puteri Indonesia Papua, Tetap Berusaha Maksimal di Tengah Berbagai Rintangan

Puteri Indonesia Papua
Puteri Indonesia Papua

Tahun ini menjadi tahun yang istimewa bagi wakil Papua pada ajang Pemilihan Puteri Indonesia.

Provinsi di ujung timur Indonesia tersebut meloloskan dua wakilnya sekaligus. Lolosnya dua wakil Papua ini disebabkan karena adanya format baru dalam penjaringan peserta tiap daerah. Jika sebelumnya, wakil tiap provinsi selain DKI Jakarta hanya terdiri atas satu orang, tetapi pada tahun ini tiap provinsi berkesempatan untuk mengirimkan dua wakil sekaligus.

Satu wakil berasal dari pilihan juri sementara satu wakil lain berasal dari vote atau pilihan pemirsa. Jalur vote ini dilakukan dengan memperlombakan tiap wakil provinsi dalam satu gugus kepulauan. Ada gugus Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, serta Indonesia Timur. Jadi, ada 6 wakil dari provinsi selain DKI Jakarta yang berkesempatan untuk mengirimkan dua wakilnya.

Enam Provinsi Memiliki Dua Wakil

Setelah melalui proses voting, maka ada 6 provinsi yang memiliki dua wakil pada Puteri Indonesia. Keenam provinsi tersebut adalah Lampung, Banten, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Bali, dan Papua. Enam provinsi tersebut memiliki 2 sash pada ajang Puteri Indonesia tahun ini. Sash pertama digunakan oleh wakil pilihan juri sedangkan sash kedua digunakan oleh mereka yang berhasil memenangkan jalur vote.

Provinsi yang punya dua wakil Puteri Indonesia 2022

Nah, kebetulan wakil Papua tahun ini memenangkan pemilihan jalur vote. Secara otomatis, provinsi ini berhak menggunakan dua sash. Lebih banyak dibandingkan provinsi lain yang hanya mengirimkan satu wakil saja. Dengan demikian, kesempatan Papua untuk memenangkan gelar tiga besar Puteri Indonesia atau minimal masuk babak 11 besar cukup terbuka lebar.

Baca juga:  Bakal Diikuti oleh 45 Finalis, Inilah Format Baru Puteri Indonesia 2022

Mengenal Dua Wakil Papua pada Pemilihan Puteri Indonesia 2022

Pada tahun ini, dua wakil Papua berasal dari dua kabupaten yang berbeda. Wakil pertama pilihan juri adalah Dina Ludia Marwa. Dina merupakan  ulusan Sarjana Ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Cenderawasih. Saat ini, Dina berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Ayahnya merupakan orang Papua asli sedangkan ibunya dari Bandung. Dina sendiri berasal dari Kabupaten Sarmi yang berada dekat dengan Jayapura. 


Wakil selanjutnya adalah Elizabeth Yarinap atau yang akrab disapa Elis. Ia merupakan seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Semarang. Elis sangat menggemari olahraga bersepeda. Linimasa Instagramnya banyak dihiasi dengan aktivitasnya bersepeda. Elis sudah lama tinggal di Bandung. Ia sendiri berasal dari Kabupaten Nabire yang berada di kawasan Teluk Cendrawasih.


Walau sudah memiliki dua wakil dan berkesempatan untuk masuk ke jajaran Top 11 atau bahkan memenangkan gelar, tetapi ada kendala besar yang dialami oleh dua wakil Papua tersebut. Salah satu kendala yang dihadapi oleh keduanya adalah masalah biaya.

Baca juga: Gagal Meraih Gelar, Masihkah Peserta Puteri Indonesia Ikut pada Tahun Selanjutnya?

Masalah yang Dihadapi Puteri Indonesia Papua

Beberapa waktu lalu, berbagai portal pageant heboh mewartakan bahwa wakil Papua 1,yakni Dina sedang mengalami masalah biaya untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi ajang Puteri Indonesia. Mulanya, ada sebuah akun bernama Eastves merilis sebuah imbauan penggalangan dana bagi Dina. Saat itu, Dina dikabarkan kesulitan untuk berangkan ke Jakarta. Padahal, sebelum tanggal 11 Mei 2022, seluruh peserta Puteri Indonesia 2022 sudah harus berada di Jakarta untuk melakukan karantina.

Sumber: Eastves

Sontak saja, berita ini membuat gempar karena wakil Papua ini kerap hilang dari radar pemberitaan portal pageant. Ketika muncul, malah berita tentang kesulitan dana yang dihadapi. Untunglah, dengan semangat persatuan dan kesatuan, banyak pihak menawarkan diri. Mereka menawarkan tiket, baju atau gaun, dan segala kebutuhan Dina untuk mewakili Papua. Mereka tidak ingin Dina benar-benar mengundurkan diri lantaran masalah dana ini.

Persiapan untuk mengikuti Puteri Indonesia memang tidak main-main dan dibutuhkan dana besar serta kerja keras tim. Terlebih, saat Dina memberikan video profilnya, meski bagus sangat terlihat sederhana. Ini menandakan bahwa wakil Papua tersebut memang layak didukung baik secara moril maupun materil.

Baca juga:  Daftar Provinsi yang Meraih Gelar Puteri Indonesia Terbanyak

Masalah juga datang pada Elis yang mewakili Papua 2. Entah ada angin apa, tiba-tiba saja sebuah portal pageant besar yang menyebar isu bahwa Elis bersimpati terhadap gerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM). Isu ini disebar karena Elis mengikuti beberapa akun Instagram yang pro dengan gerakan OPM ini. Sontak, isu tersebut menyebar luas dan banyak pageant lover mempertanyakan akan benar Elis bersimpati terhadap gerakan separatis ini. Kok bisa-bisanya ada peserta Puteri Indonesia yang bersimpati pada gerakan makar dan merongrong kewibawaan NKRI?

Elis yang belum mengunggah kegiatan setelah isu OPM beredar. - Lambepageantz

Isu ini sempat membuat Elis down dan tidak mengunggah kegiatannya dalam waktu lama di Instagram. Bahkan, sampai beberapa waktu terakhir, Elis belum sekali pun menunjukkan gambar atau video persiapan. Entah photoshoot, video profil, atau kegiatan advokasi seperti yang dilakukan peserta lain. Belum lagi, Elis masih belum memajang nama lengkapnya saat itu pada media sosialnya. Atas dasar ini, banyak pihak yang merasa ia sudah tak ingin mengikuti ajang Puteri Indonesia lagi.

Akan tetapi, tiba-tiba muncul berita dari salah satu tim Elis bahwa ia wakil Papua tersebut sedang mengalami sakit. Makanya, ia belum bisa melakukan persiapan seperti kontestan lain. Walau mengagetkan berita tersebut cukup melegakan. Paling tidak, Elis tidak akan mundur seperti kabar burung yang beredar. 

Baca juga: Mengenang Gelar Puteri Indonesia Perdamaian

Kabar mengenai dirinya yang bersimpati terhadap gerakan separatis OPM juga bisa ditepis. Ia hanya ingin tahun bagaimana kondisi di Papua saat ini. Kabar ini juga diklarifikasi oleh portal pageant yang pertama kali menghembuskan berita itu. Dengan begitu, Elis dipastikan masih cinta NKRI yang menjadi syarat mutlak peserta Puteri Indonesia.

Puteri Indonesia Papua Tetap Semangat Menjalani Persiapan

Tak lama kemudian, Elis muncul dengan photoshoot yang memukau. Dengan baju biru muda dan rambut berpilin panjang, ia tampak cantik dan memukau. Banyak pageant lover terkesima dengan kecantikan wanita kulit hitam yang sangat eksotis ini. Apalagi ternyata Elis juga memiliki senyum menawan dan sangat apik dalam berpose di depan kamera.

Dina Ludia Marwa Papua 1
Photoshoot terakhir dari wakil Papua 1. - IG Dina Ludia

Terlebih, beberapa hari kemudian ia tampil memukau dengan berjalan di pinggir pantai dengan catwalk yang aduhai. Banyak pihak yang mulanya ragu akan niat dan kemampuannya kini berbalik arah mendukung Elis. wanita berusia 21 tahun ini juga tampil apik dalam video profilnya dengan semangat Kuligay Power, semangat wanita Papua yang bertahan hidup di bumi Cendrawasih.

Elis Yarinap M Papua 2
Photoshoot dari wakil Papua 2. - IG Elis Yarinap

Kisah dua wakil Papua pada tahun ini memang berkesan. Disparitas daerah ini dengan daerah lain di Indonesia memang nyata adanya. Walau keduanya terkendala banyak masalah, tetapi dengan niat dan tekad yang kuat serta kerja keras tim, maka keduanya bisa menunjukkan kekuatan luar biasa. Apalagi, mereka sangat terlihat tulus ingin mengharumkan nama Papua di kancah internasional.

Akankah keduanya mampu mewakili Indonesia di ajang internasional? Kira-kira, mana yang cocok dikirim ke ajang Miss Universe, Miss International, atau Miss Supranational?

 

**) Update per 10/05/2022, wakil Bali 2, Jazmine Rowe memutuskan mundur dari Pemilihan Puteri Indonesia 2022 karena satu dan lain hal. Dengan demikian jumlah kontestan saat ini ada 44 peserta dan Bali hanya diwakili oleh 1 orang finalis saja.

2 comments:

  1. Hm ... Kalau Elis boleh jadi dia putri Papua asli. betul Dina putri Papua. Bagaimana dengan Dina? Tiada ciri2 kepapuaannya. He he .... Kasian ya, mau bergerak tiada punya biaya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayahnya Dina Papua jadi mixed blood Bu Nur
      masih diperbolehkan kalau di Puteri Indonesia
      iya kasian semoga ada yang masuk 3 besar ya...

      Delete

Theme images by merrymoonmary. Powered by Blogger.